Tampilkan postingan dengan label Fanfic. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Fanfic. Tampilkan semua postingan
Kamis, 12 Desember 2013

Do You Love Me?


“Hei Levi, bagaimana kalau kita jadian?”
Pria tanpa ekspresi itu memandang gadis berkacamata itu dengan tajam. Diseruputnya kopi hitam miliknya.
“Boleh.”

Do You Love Me?
Disclaimer: Isayama Hajime-sensei
Genre: Romance, Drama
Rate: T
Warning: OOC, typo(s), LevixHanji pairing
fanfic by: Pinkyukka (me)

-HANJI POV-
Hubungan kami sudah memasuki tahun ketiga. Aku sangat menikmati hubunganku dengan Levi, pria yang selama ini selalu mengisi hari-hariku. Yah, walau setiap hari ia hanya sibuk dengan pekerjaannya mengingat sekarang ia merupakan manajer dari sebuah perusahaan besar. Aku pun sama sibuknya. Riset yang sedang kulakukan saat ini begitu menyenangkan dan seru, tapi aku selalu meluangkan waktu untuk ke apartemen Levi. Yah, dia bisa-bisa tak makan dengan benar kalau aku tak memasakkan sesuatu untuknya.
Tak ada kata-kata mesra yang ia ucapkan. Yah aku sudah biasa dengan dia yang sangat-sangat datar itu. Walau ia tak berekspresi, tapi aku cukup memahaminya. Yah, itulah yang aku pikirkan.
.
Selasa, 07 Agustus 2012

I Have a DREAM



Kupandangi aktor yang sedang bermain perannya dengan baik dilayar laptop. Aku tak berhenti memandanginya. Yah wajahnya memang tampan, tapi yang kuperhatikan bukan hanya itu. Latar tempatnya, suasana, makanan dan semua yang ada difilm yang aku tonton itu sangat berbeda dengan suasana di tempat aku tinggal. Indonesia. Saat ini aku menonton film asia, Jepang lebih tepatnya. Entah apa yang merasuki tubuhku, tiba-tiba saja aku sangat ingin berada di sana. Di negeri yang terkenal dengan bunga Sakura itu.
“Ibu, aku pengen ke Jepang deh,” kataku spontan saat itu juga. Ibuku mengernyitkan keningnya.
“Buat apa?”
“Sekolah mungkin. Kalau liburan kan super mahal.”
“Jangan ngawur kamu. Sekolah diluar negeri itu mahal. Mana mampu bapakmu membiayai,” kata ibuku lalu meninggalkanku yang masih terpaku. Aku tertegun dengan kata-kata ibuku. Ibuku benar. Kulanjutkan menonton film detektif dilaptop yang sebelumnya ku pause.
Sejak saat itu aku terus memikirkan tentang keinginanku waktu itu. Aku benar-benar tak tahu mengapa aku begitu ingin ke sana. Bukan keinginan yang semata-mata hanya omongan seorang anak kecil yang banyak maunya. Aku serius dengan kata-kataku waktu itu.
“May, kok bengong?” sapa sahabatku, Nur, sambil mengguncangkanku pelan. Aku hanya nyengir khas diriku.
“Nur, aku kok pengen banget ke Jepang ya? Kemarin aku nonton film Jepang. Latarnya keren banget, terus aku tiba-tiba jadi kepengen banget.” Nur mengangguk-anggukan kepalanya. “Aku pengen ke sana buat sekolah. Bukan liburan atau kerja. Tapi aku tahu orang tuaku nggak mampu biayainya, haha,” lanjutku sambil tertawa getir.
“Kamu pengen sekolah ke sana?” aku mengangguk mantap. “Kemarin aku dikasih tahu kakakku, katanya ada beasiswa pemerintah Jepang gitu. Coba kamu buka diinternet segala persyaratannya ada disitu.”
Aku tersenyum senang mendengarnya. Lalu aku berterima kasih sambil memeluk sahabatku dengan erat. Ya, dia selalu memberikanku solusi yang sangat brilian.
Kamis, 17 Mei 2012

My Love


?Haloo~ akhirnya saya kembali dengan fic baru :D
Ya, saya tahu kalau Mamori’s Diary nya belum selesai, tapi belom ada ide T.T
 Ada yg mau ngasi ide buat Mamori’s Diary???

AN EYESHIELD 21 FANFICTION
EyeShield 21© Riichiro Inagaki and Yuusuke Murata
My Love © Pinkyukka
Story by : Pinkyukka
Idea © forgot
Warning : possible OoC, typo[s], Ikkyu story, slight HirumaXMamori, etc.

Enjoy It !!


Wanita itu makhluk yang sangat menyilaukan. Bertemu dengan mereka selalu membuat darahku berdesir. Aku… suka sekali melihat wanita yang cantik. Terlebih mengingat jarangnya aku bertemu dengan wanita karena SMA-ku dulu adalah sekolah khusus cowok.

Sekarang berbeda. Aku sekarang sudah jadi mahasiswa Sakyoudai yang merupakan universitas campuran. Kuulangi, cam-pu-ran. Kalian tahu itu artinya apa? Aku bisa bertemu banyak wanita.

Tapi, disekian banyaknya wanita yang kutemui di kampus, hanya satu yang sangat membuatku tertarik. Ah tidak, aku menyukainya. Kuulangi, a-ku me-nyu-kai-nya.

Ok, cukup sesi pengulangannya. Yah, seperti yang kukatakan tadi, aku sedang menyukai seorang gadis yang sangat cantik. Dia berambut auburn lembut sepunggung. Ah, aku belum pernah menyentuh rambutnya, tapi aku yakin rambutnya sangat lembut. Dia manajer klub amefuto di Sakyodai sekaligus mantan manajer Devil Bats. Musuh SMA-ku. Dalam hal olahraga maksudnya.

Anezaki Mamori. Aku sudah lama menyimpan perasaan padanya. Sejak masih SMA dulu.

“Ikkyu! Sedang apa kau? Cepat kumpul!!” teriak si codet, Jumonji. Aku sebal dengannya karena sering mengganggu acara “memperhatikan Mamori”. Segera kususul teman-temanku yang sudah bersiap pemanasan.

………

“UGH!!”

Aku merintih kesakitan ketika aku tak berhasil menangkap bola dan justru mendapat tackle dari Shin ketika pertandingan Wizard vs Silver Knights. Sial, keras sekali!!! Dan tacklenya berhasil membuatku kesakitan seperti ini. Biasanya tak seperti ini.

Sabtu, 28 April 2012

Mamori's Diary

AN EYESHIELD 21 FANFICTION
EyeShield 21© Riichiro Inagaki and Yuusuke Murata
Wedding Preparation © Pinkyukka
Story by : Pinkyukka
Idea © forgot
Warning : possible OoC, typo[s], HirumaXMamori, etc.
Enjoy It !

"Cih! Dimana sih ibu menyembunyikan shotgunku?" seorang cowok bertelinga elf tampak sedang mengomel sambil melempar beberapa barang di laci meja.
Pluk
Diliriknya benda yang jatuh dari rak buku di dekat meja. Sepertinya salah satu barang yang dilempar oleh cowok itu membuat sebuah buku jatuh dari tempatnya. Buku pink dengan gambar bunga sakura dicovernya. Dipungutnya buku itu. Si cowok membolak-balikkan buku itu. Dibukanya buku yang ia anggap 'mencurigakan' itu.

Tanggal 07 April 20xx

Dear Diary,
Hari ini aku sangat bahagia. Hari inilah aku resmi mengganti namaku menjadi Hiruma Mamori. Nama yang indah bukan? Aku sangat suka nama ini. Ah iya diary, hari ini aku mau cerita tentang hari yang sangat menyenangkan ini.
"Bagaimana Suzuna?" Tanyaku sambil berputar di depan cermin.
"Cantik sekali Mamo-nee. Gaunnya sangat bagus dan cocok untuk Mamo-nee," jawab Suzuna heboh. Aku tersenyum. Aku masih mematut diri di depan cermin. Benar apa kata Suzuna, gaun ini bagus. Gaun yang tempo hari kupilih bersama Suzuna memang simpel. Gaun putih sedada dan dibagian punggungnya terdapat belahan yang menampakkan punggung putihku. Dibagian pinggul terdapat pita besar berwarna senada dengan ekor pita yang cukup panjang. Rambut panjang sepunggungku digulung sehingga menampakkan tengkukku. Dan kepalaku ditutupi kain putih transparan yang biasa disebut Maria Veil.
"Mamo-nee, jangan lupa bunganya." Suzuna memberikanku buket bunga mawar putih yang sangat indah. Buket ini dipesan oleh Suzuna sendiri. Dia tahu bunga kesukaanku. "Psst... Mamo-nee, nanti bunganya lemparkan padaku ya," bisiknya. Aku tersenyum. Rupanya ia ingin segera menyusulku. 

CKLEK

"Mamori-neechan, apa sudah siap?" tiba-tiba seorang pria berambut coklat masuk ke ruangan pengantin wanita -tempatku dan Suzuna berada-
"Yaa~ Sena. Mamo-nee sudah siap. Bagaimana menurutmu?" Tanya Suzuna sambil sedikit mendorongku.
Kulihat wajah Sena bersemu merah. Manis sekali.
"Ma, Mamori-neechan sangat cantik dan anggun," jawab Sena gugup. Aku tersenyum.
"Terima kasih Sena."
"Sena, Sena, bagaimana denganku?" Suzuna berputar sambil memegang ujung rok putihnya.
"Su-Suzuna-chan juga cantik." Wajah Sena makin memerah. Wajah Suzuna memerah. Lucu sekali pasangan ini.
"Ah ya, Sena. Apa You sudah siap?" tanyaku penasaran. Aku ingin lihat Youichi dalam balutan tuxedo putih.
"Sudah. Dia sedang…"

BRAAAKKK

"Hoi cebol sialan ! Sedang apa kau?" Youichi tiba-tiba datang sambil menendang pintu. Yak, pintu itu lepas dari engselnya dengan keadaan terbelah menjadi dua.
"Hi-hieee… Hiruma-san ma-maaf aku…" keringat dingin bercucuran dipelipis Sena. Pria beranting itu melirikku. Tampak seringai menghias wajah akumanya.
"Kekeke, sudah kubilang berhenti makan kue menjijikkan itu. Lihat, kau jadi gendut begitu tunangan sialan !" kata Youichi sambil menunjuk perutku.
"Mou.. Aku tidak gendut You. Dan kue sus itu tak menjijikkan!" kataku tak mau kalah. Aku menatap bola mata emeraldnya yang sangat indah itu. Dia balas menatap sapphireku. Tanpa kami sadari tampak kilatan-kilatan dimata kami. (ngerti maksudnya?)
"Su-sudah, Mamori-necchan, Hiruma-san. Hari ini kan kalian akan menikah," Sena berusaha menenangkan kami.
"Tch," Youichi melangkah keluar. "Persiapkan mentalmu tunangan sialan," kata Youichi di ujung pintu. Aku terkejut mendengarnya. Suzuna menyikutku.
"Hihihi, You-nii tahu Mamo-nee gugup." Wajahku memanas seketika.
Lonceng gereja terdengar sangat merdu ditelingaku. Aku terus berjalan menuju altar bersama ayahku yang menggandeng tanganku. Di sana berdiri seorang pastur dan pria tampan nan menyeramkan yang akan menikahiku. Ya, Hiruma Youichi. Orang terkasar yang pernah kutemui. Tapi anehnya, aku sangat mencintainya. Gila? Memang. Tapi aku suka kegilaan itu.
Pria beranting itu mengulurkan tangannya. Ayahku menyerahkan tanganku ke pria yang mirip akuma itu. Ah, ralat. Dia memang akuma. Catat itu.
"Ya, aku bersedia." Akhirnya aku mengucapkan kesediaanku menjadi pendamping hidup Youichi. Selamanya. Kulirik pria yang kini telah menyandang sebagai suamiku. Ia tampak lega. Ia menyematkan cincin emas putih dengan bertahtakan batu greenemerald yang indah kejari manisku. Cincin yang sama saat ia melamarku dulu. Giliranku menyematkan cincin. Aku terkejut. Cincinnya bertahtakan batu blue sapphire. Berbeda. Tapi aku tahu, itu melambangkan mata kami yang berbeda namun telah bersatu.
"Kau boleh mencium pengantinmu," kata sang pastur. Youichi menyeringai kecil. Aku gugup. Ini memang bukan yang pertama, tapi tetap saja rasanya deg-degan. Youichi memegang pundakku dan mendekatkan wajahnya dan kami…
"Ryo, lagi apa?" tiba-tiba seorang gadis muncul dibelakang sang cowok yang baru diketahui bernama Ryo. Cowok berambut hitam yang saat ini telah ia cat menjadi merah itu pun terkejut.
"Cih, kau mengagetkanku kakak sialan," kata Ryo sambil mengunyah permen karet. Gadis manis berambut hitam kecoklatan itu hanya nyengir sambil memperlihatkan deretan giginya yang runcing. Mungkin lebih tepat dikatakan menyeringai. Keturunan sang ayah.
"Hei, kau belum jawab pertanyaanku tadi," tuntut sang kakak.
"Lihat, apa yang aku temukan ini kekeke," Ryo menunjukkan buku ditangannya.
"Apa?"
"Diary ibu, kekeke."
Mata gadis itu membulat sedetik. Tampaknya ia tertarik dengan buku yang ditemukan adiknya itu. Gadis itu menyikut adiknya. "Kenapa kau tak bilang kalau menemukan buku menarik itu hah?"
"Baka! Aku baru saja menemukannya kakak sialan !"
"Jangan panggil aku seperti itu Ryo, panggil aku Yu-nee," omel sang kakak.
"Tch, nama sialanmu itu Kaori, buat apa memanggilmu 'Yu-nee' namamu tak ada unsur itu!" bentak Ryo. Kaori merengut. Sang kakak yang sudah biasa dengan sikap adiknya langsung merebut diary itu.
"Hoi, aku belum selesai!"
"Baca sama-sama dong." Kaori meleletkan lidahnya.
Setelah upacara yang sakral itu, kami segera menuju limosin putih yang sudah menunggu kami di depan gereja. Tapi sebelum itu kami harus melemparkan buket bunga. Aku bersiap-siap melempar buket bunga itu menuju arah yang berlainan dengan hadapanku (maksudnya kebelakang). "You, kau juga ikut melempar."
AN EYESHIELD 21 FANFICTION
EyeShield 21© Riichiro Inagaki and Yuusuke Murata
Wedding Preparation © Pinkyukka
Story by : Pinkyukka
Idea © forgot
Warning : possible OoC, typo[s], HirumaXMamori, etc.
Enjoy It !
Cit cuit… kicauan burung pipit membangunkan sang malaikat yang sedang terlelap. Malaikat itu menggeliat. Ia mengambil jam weker yang terletak diatas meja kecil di sebelah tempat tidurnya. Pukul 8 pagi. 'Secepat itukah waktu berjalan?' batinnya.
"Mamoriiiii~" terdengar teriakan Nyonya Anezaki dari dapur menggema seantero dunia *lebay*. "Cepat bangun!"

Dengan malas Mamori bangkit dari tempat tidurnya yang nyaman dan hangat itu. Ia menuju kamar mandi untuk membersihkan diri. Pagi ini dia merasa badannya sangat pegal dan lemas.

Setelah selesai ia segera menuju meja makan. Ia duduk di tempat biasanya. Masih tampak kelelahan yang amat sangat tergambarkan di wajah cantik malaikat ini.

"Mamo-chan, kau kenapa? Wajahmu lesu," Tanya Papa Anezaki dari balik koran paginya.
Mamori menggeleng. "Aku tak apa-apa, yah. Cuma lelah karena semalam kok," jelas Mamori sambil tersenyum. Papa Anezaki diam menandakan ia puas dengan jawaban anak gadisnya.
"Mamo-chan, hari ini apa jadwalmu? Kau sudah menemukan gaun yang kau inginkan?" giliran Nyonya Anezaki yang bertanya sambil meletakkan sarapan yang ia buat di atas meja.
Mamori mengangguk. "Udah bu. Kemarin aku bingung milih yang mana. Gaunnya bagus-bagus. Suzuna pun sampai bingung mau merekomendasikan yang mana. Akhirnya kami pilih yang simple," jawab Mamori sambil mulai melahap sarapannya.

Ya, kemarin sang malaikat pergi mencari gaun untuk pernikahannya yang akan diadakan 2 minggu lagi bersama Suzuna sampai hampir larut malam. Sampainya di rumah Mamori tidak bisa tidur karena saking senangnya. Alhasil, paginya dia merasa sangat lelah dan mengantuk.
"Apa hari ini juga bareng Suzuna-chan?"
"Nggak. Hari ini aku pergi sama Youichi ke toko kue. Kata You, ia mau pesan wedding cake spesial. Setelah itu You mau mengajakku ke suatu tempat. Tapi entah kemana," jelas Mamori. Kedua orangnya hanya manggut-manggut.
Setelah selesai sarapan, Mamori segera bersiap. Jam 9 sang tunangan akumanya akan menjemputnya. Ia sibuk memilih-milih baju yang akan ia kenakan.
"Ini, terlalu simpel. Kalau yang ini, terlalu melambai. Yang ini terlalu merah." Mamori melempar satu persatu baju dari lemarinya. Tampak baju-baju tak bersalah itu berserakan di atas tempat tidurnya dengan tak berdaya. Kasihan sekali nasib para baju itu.
"Mamo-chan, Youichi sudah datang !" teriak Nyonya Anezaki. Ini kedua kalinya Nyonya Anezaki berteriak pada hari yang sama.
"Iya bu. Aku segera turun," jawab Mamori sambil mengambil salah satu baju di lemarinya. Dengan kecepatan cahaya yang ia pinjam dari Sena(?) ia segera berdandan.

~Mamori's POV~

Kupercepat langkahku menuruni tangga. Aku tak mau kalau si mantan komandan dari neraka itu mengejekku karena aku terlalu lama.
Kulihat cowok berambut spike blonde tengah berdiri di depan pintu. Ia mengenakan kaos hitam bergambar tengkorak dan celana jeans hitam yang membentuk kaki jenjangnya. Ah, dia tampak keren. Ia juga membawa 'pacar kedua'nya -–AK-47-. Ah tidak, lebih tepatnya aku yang pacar kedua. Miris.
"Ohayou You."

~End Mamori's POV~

~Youichi's POV~ 

"Hn." Jawabku sekenanya.
Hari ini si tunangan sialan itu memakai dress terusan pink selutut dipadukan dengan jaket blue jeans dan rambutnya yang panjangnya sepunggung di gulung. Cih, dia manis sekali.

~End Youichi's POV~

"You? Ada apa? Ayo berangkat," Mamori membuyarkan lamunan Youichi.
"Hn." Youichi berbalik dan menuju mobilnya yang terparkir dengan manis(?) di depan rumah Mamori.
"Ayah, ibu, aku berangkat," kata Mamori sambil mencium pipi Nyonya Anezaki. Lalu ia menyusul Youichi yang sudah di dalam mobil.
"Hati-hati Mamo-chan," Nyonya Anezaki melambaikan tangan ke anak semata wayangnya itu.
.
.
.
Mobil sport yang didominasi warna hitam itu melaju kencang.
"You, kita mau ke bakery mana?" tanya Mamori sambil melihat-lihat katalog toko-toko kue yang terkenal.
Tak ada jawaban.
"You! Jawab donk," Mamori menarik-narik lengan Youichi.
"Berisik! Kau diam saja cewek jelek !" bentak Youichi. Mamori memonyongkan bibirnya.
Tak berapa lama kemudian, mobil yang dikendarai secara serampangan oleh sang akuma akhirnya berhenti di sebuah toko kue.
Youichi segera keluar dari mobilnya. Lalu ia masuk ke dalam toko itu. Mamori mengekor dibelakangnya.
"Selamat datang Hiruma-sama," kata seorang pelayan sambil membungkukkan badannya. Tak hanya seorang yang membungkukkan badan, tapi semua pelayan. Mamori bengong melihat pemandangan yang
Sabtu, 03 Maret 2012

Please Say It

Disclaimer: Riichiro inagaki & Yusuke Murata
Pairing: HiruMamo
Warning: sepertinya banyak yg kurang, typo (buat jaga-jaga)



Aku terus berjalan dan berjalan. Aku benar-benar kesal dengan sikapnya yang kali ini benar-benar keterlaluan. Kami sudah pacaran selama 2 tahun, aku tau dengan baik sifatnya yang seperti akuma itu. Tapi yang kali ini emosi ku sudah memuncak.

Oiya, aku lupa memperkenal diri. Aku Mamori Anezaki, mantan manajer klub amefuto Deimon Devil Bats dan juga mantan manajer klub amefuto Sakyoudai. Saat ini aku sudah hampi lulus.

Orang yang kubicarakan tadi itu adalah si Komandan Neraka, Hiruma Youichi.
Jumat, 02 Desember 2011

SOUND (Pemenang Lomba Fanfic)

inilah pemenang lomba fanfic @JUMP_family edisi ultah Chinen: Sheila Juwita
dan ia berhak mendapatkan hadiah pulsa senilai Rp 20.000 yg akan segera kami kirim

~Enjoy It~

SOUND
        …
 “Barang sehari saja, atau satu jam, ah tidak satu menit saja cukup… Yang terpenting aku bisa mendengar suara kalian lebih lama” special fic for Chii-kun b’day!
                                                        …
                                      Genre: Angst – Friendship
                                                        …
                                      Special Fic for Chii birthday! ^^
                                                        …
                                                 Sheila Juwita
                                                        …
                                                     Douzo!
                                                        …
                                                        …

Kusenderkan kepalaku di sofa yang empuk. Kedua kakiku sengaja tak aku tekuk, dan biarkan lurus terbentang di atas benda krem ini begitu saja. Mengingat tubuhku yang tak terlalu tinggi, jadi meninggalkan sisa sofa yang masih bisa diduduki orang lain.
Perlahan aku pejamkan kedua mataku. Merasakan oksigen-oksigen yang ada di ruangan, dan menghirupnya dengan perlahan. Rasanya begitu dingin. Oksigen di sini telah bercampur dengan bekunya udara yang keluar dari AC ruangan. Dengan tetap menghembusnya dan mengeluarkan dengan perlahan berkali-kali, aku biarkan sejenak pikiran berat yang datang, untuk pergi.
Senin, 17 Oktober 2011

Fanfic: Believe Yourself

Cast: YamaPink ---> pairing terkeren di dunia
 Genre: SU

"Believe yourself you can get it on, believe yourself you can make it up..."

Lirik itulah yang terus aku nyanyikan saat ini. Aku mengenang masa-masa sulit ketika SMA di taman dekat apartemenku. Yah sebenarnya ini bukan waktu yang tepat untuk mengenang karena selain saat ini sudah malam, aku juga belum mengerjakan tugasku sama sekali.

Aku mengayunkan ayunan yang ku duduki sambil terus bernyanyi lagu dari boyband favoritku. "Ari ari ari sankyuu kyuu just gato gato gato arigato."
Sabtu, 15 Oktober 2011

Hiruma Youichi and Hiruma Mamori

Cast: Mamori Anezaki, Suzuna Taki, Hiruma Youichi
Genre: SU

Percakapan ini ada setelah 10 tahun kemudian.....

"Kak Mamori?" seseorang memanggil Mamori yang seang asyik memilih sayuran.
"Ah kamu.... Suzuna?" tanya mamori pada gadis itu. Gadis itu mengangguk sambil tersenyum lalu menghampiri Mamori. "Lama tak bertemu kak."
"Iya. Katanya sekarang kamu di Amerika?"
"Iya, sekarang Sena main di NFL jadi aku ikut dia ke Amerika. Kak Mamori sendiri bagaimana?
"Aku tetap di Jepang kok hahaha," kata Mamori tertawa.
Minggu, 09 Oktober 2011

Ketika Kertas Mengakrabkan Kita

Cast: Pink (me), Yamada Ryosuke, Yuma Nakayama, Chinen Yuuri
Genre: SU

Bagus, hari ini tugasku belum selesai. Padahal hari ini dikumpulnya. Kertas-kertas laporan yang harusnya sudah rapi dijilid kini berserakan di lantai. Untuk kesekian kalinya tugasku belum siap karena aku selalu buntu menyusun kata-kata dan akhirnya cuma mematungdidepan laptop. Aku mengambil buku teks super tebal di atas meja lalu segera berangkat.

"Hei Pink!" seseorang menepuk pundakku. "Yuma!" seruku.
"Gimana tugasmu?"
Selasa, 27 September 2011

Pertemuan Pertama

Cast : Pink (me) and Yamada Ryosuke
Genre: ....... (I don't know T____T)

Hari ini hari pertama ku kuliah dan aku kesiangan !! NICE ! Aku berlari menuju halte bus. Halte bus itu sekitar 10 menit dari apartemenku. Jarak yang sebenarnya dekat tapi saat ini bagiku ini jauh sekali !!
Pertokoan disekitar apartemenku suah banyak yang buka. "Ohayou Pinku," sapa paman penjual sayur.
" Ohayou!" balasku sambil terus berlari. "Yosh Pinku !" sapa penjual yg lain. Walau baru 2 minggu aku di Jepang, tapi sudah cukup banyak orang yang kukenal.

 
Hey! Say! PINK. Template Design By: SkinCorner