Minggu, 09 Oktober 2011

Ketika Kertas Mengakrabkan Kita

Cast: Pink (me), Yamada Ryosuke, Yuma Nakayama, Chinen Yuuri
Genre: SU

Bagus, hari ini tugasku belum selesai. Padahal hari ini dikumpulnya. Kertas-kertas laporan yang harusnya sudah rapi dijilid kini berserakan di lantai. Untuk kesekian kalinya tugasku belum siap karena aku selalu buntu menyusun kata-kata dan akhirnya cuma mematungdidepan laptop. Aku mengambil buku teks super tebal di atas meja lalu segera berangkat.

"Hei Pink!" seseorang menepuk pundakku. "Yuma!" seruku.
"Gimana tugasmu?"

"Yah seperti biasa, hehe," kataku nyengir. Yuma tersenyum. Nakayama Yuma, teman satu kampus plus satu jurusan yang juga seorang artis. Sebenernya aku nggak habis pikir, kenapa artis yang super sibuk seperti dia memilih jurusan biological engneering sih?

"Lho? itu kan Yama-chan dan Chi-chan," tunjuk Yuma kepada 2 orang cowok yang sedang berdiri di depan toko topi. Aku menengok ke arah yg ditunjuk Yuma. Wow, itu beneran si... Ryo. Yuma menarik tanganku mendekati mereka.

"Yama-chan! Chi-chan!" Yuma melambai pada 2 cowok itu. Chinen membalas lambaian Yuma.
"Sedang apa kalian?" tanya Yuma.
"Kami lagi nyari topi yang... kayak gitu!" Chinen menunjuk topi yang kupakai. Aku kaget. Tpoki ditunjuk oleh... artis! Wow amazing !!

"Beli dimana?" tanya si ganteng, Yamada. Aky tambah kaget. Si Ryo, idolaku selama ini.... ngomong sama aku !!!
"Ditoko... yang ada di negaraku," jawabku bingung.

"Kamu orang asing?" Chinen terkejut.
"Eh iya, kenalin nih. Ini Pink, teman satu kampus." aku membungkuk. "Yo-yoroshiku."
"Pantas saja kulitmu coklat. Teryata orang asing haha," Chinen tertawa. Ugh... cukup menohok tauk! Aku ini orang Indonesia yang kulitknya terlalu coklat alias item!!
Aku cuma tersenyum kecut.

"Oiya, Pink ini ngefans banget sama kamu lho," kata Yuma sambil merangkul Ryosuke. Aku terkejut. Sialan, si Yuma malah ngebongkar langsung di depan orangnya. Ryosuke mengerutkan dahi. "Hoo jadi dia minta dikenalin sama aku?" tanya Ryosuke pada Yuma dengan ketus. "Jangan-jangan dia ke Jepang cuma biar bisa kenalan sama artis."

"O.. itu..."
"Enak aja! Aku ke Jepang buat sekolah tauk!! Tujuanku itu murni. Kalau ketemu sama kalian ya itu namanya rejeki," kataku kesal. Aku segera meninggalkan mereka.

Cih, enak aja bilang gitu. Aku ke sini buat ngejar impianku. Aku terus menggerutu sampai tiba di kampus

***

"Iya, tolong ya. 20 menit lagi aku nyampe kok," kataku ditelpon. Kali ini aku sempat ketinggalan hasil risetku. Jadi, sewaktu sudah sampai stasiun aku harus berlari mengambil hasil risetku, dan sekarang aku sedang berlari sambil menelpon Yuma untuk meminta tolong untuk mengusahakan perpanjangan waktu presentasi.

Bruukk!! Aku terjatuh. Aku menabrak seseorang. "Ma-maaf," kataku langsung berdiri. Ternyata yang kutabrak itu Ryosuke. Aku sempat terpesona. "Kalau jalan lihat-lihat," katanya dengan ketus.

Aku langsung tersadar. Dia memang keren, tapi sifatnya perlu diperbaiki. Aku memungut buku teks super tebal yang terjatuh dan kertas-kertas hasil risetku. Angin berhembus kencang. Kertas-kertasku yang belum sempat kuambil bertebangan. "Kertaskuuu!!" aku berlari memungut kertas-kertas tercintaku yang berhamburan kemana-mana.

Kertas terakhir. Fiuh akhir... Kertasny lari eh terbang !! Sial, aku berlari lagi. Ryosuke yang tadi cuma melihat kepanikanku tiba-tiba membantuku. Dia berlari mengejar kertas terakhir yang menuju sebuah taman. Dengan kelihaiannya dia berhasil menangkap si kertas. Aku terpesona melihatnya.

Dia mendekatiku. "Nih." ryosuke memberikan kertas itu. "Makasih," kataku.
"Maaf."
"Ha?? Apa kamu bilang tadi?"
"Maaf. Perkataanku waktu itu. Aku sudah keterlaluan," katanya sambil menunduk. Aku nggak nyangka dia minta maaf. Pasti Yuma udah cerita dari A sampai Z.
Aku tersenyum. "Ya karena kamu udah menyesal jadi kumaafkan," kataku sambil tersenyum. Ryosuke tampak lega.
"Ah, aku bener-bener udah telat. Makasih ya, aku pergi dulu. Doakan presentasiku hari ini berhasil," aku memberikan senyum terbaikku. Ryosuke membalas senyumanku dengan senyuman mautnya. Sangat manis dan..... keren.

3 komentar:

Sari DeChibi mengatakan...

ceritanya bagus pink :D

Pinkle Twinkle mengatakan...

wekeke makasi sar, tunggu sekuelnya ohohoho

fitra mengatakan...

oh critanya cerbung to ini?? salah kira aku,hehehe

Poskan Komentar

 
Hey! Say! PINK. Template Design By: SkinCorner